
| |
...yang namanya manusia itu baru sadar betapa besar arti seseorang disampingnya ketika seseorang itu sudah hilang dari genggaman hilang dari pelukan, hilang dari hadapan tapi sayangnya akan susah hilang dari hatinya Lalu mengapa bisa kehilangan? semua mungkin dijalani dengan sadar, atau banyak juga yang tidak sadar seperti apa perbuatannya terhadap yang tercinta bisa berkata atas nama cinta, atau mungkin yakin berbuat karena cinta tapi ternyata tak sejalan dengan perasaan tangan yang digenggam kata-kata mungkin tak sepenting perbuatan tetapi keduanya membuat hati bisa merasa tenang dan sebuah senyuman bisa hadir tanpa paksaan penyesalan memang selalu datang belakangan tetapi hidup itu selalu jalan ke depan tak mungkin terus mundur ke belakang, apalagi jalan menghadap belakang that no matter what,Life Does Goes on .. and I have to live with the guilt, because I know It's for a better reason (Quote ini diambil dari jurnalnya dr.Alya: http://nilaalya.multiply.com/journal/item/25)
Yesterday is a History, Tomorrow is a Mystery, ...and today is a Gift...that's why it is called the Present To make something special is you just have to believe it's special Thanks for everything
Aku hanya ingin bilang aku sedang sakit..dan aku sudah mencoba memberitahu alasannya. Jika cerita itu bisa menjadi bahan cerita yang seru kepada yang lain ya silahkan saja Mungkin kali ini aku yang kena musibah ini, bisa saja lain kali kamu yang merasa Tapi saya berdoa semoga saja tidak Karena pasti kamu tidak akan pernah mau mengalaminya !!! Mengalami kekerasan yang begitu dasyat, diserang, dicekik hingga kepala terbentur lantai Belum lagi mendapatkan tamparan dan pukulan hingga lebam Mungkin saat ini kamu sedang merasa bahagia, dan aku juga mendoakan seperti itu seterusnya Tapi jika kamu ada di hadapanku hanya untuk berpura-pura baik kepadaku Dan ternyata hanya untuk mencibirkan aku di hadapan orang lainnya Lebih baik kamu pergi jauh-jauh dari sini Terima kasih Tuhan untuk sahabat-sahabat yang selalu ada di saat aku sedang tidak bergembira Sahabat-sahabat yang ikut merasakan kepedihan di hati walau tanpa kata-kata cinta Semoga Engkau lebih menguatkan aku dan memaafkan segala salahku Dalam Doa ku berserah kepadaMu Dalam senyum aku akan belajar lagi berikhlas Dan dalam kesempatan berikutnya aku akan menjaga dan mensyukuri yang aku punya. amin -Pritha, 20Jun'08-
Bahagia seperti apa yang aku cari? padahal waktu akan terus berjalan. Bahwa umur menjadi tua adalah kepastian. Tiba-tiba saja momok pernikahan menjadi begitu menakutkan untuk seorang aku. Dan lalu aku sudah tiba di persimpangan, di banyak tangan yang hendak berbaik hati menunjukkan jalan. Tapi aku malas dan hanya ingin sendirian. Tapi tak seberapa jauh aku berjalan, aku merasa menjadi sangat kesepian. Aku tidak bahagia. Kemudian dunia bisa begitu saja berputar-putar seperti gempa dalam kepala, tetapi ada sedikit indah yang tak boleh ada. Dan sejuta pertanyaan muncul lagi dalam jaringan sel otak yang sudah mulai pendek sumbunya. Dimana aku?siapa aku? Apa aku? Semua yang pernah kubayangkan indah, kini nyaris tak berbekas. Aku dihantui ketakutan berlebihan. Semua menjadi berlebihan. Terasa sangat berlebihan. Aku ingin berlari, tapi tak ingin sendiri, di hati yang lain aku ingin sendiri. Masihkah ada cinta itu? Masihkah ada ingin itu? Masihkah ada mimpi itu? Rasanya aku bukanlah aku.
alhamdullilah..akhirnya hasilnya semua bagus..thanks GOD..u're a GOOD GOD... dari kemarin dan hari ini bolak balik ke RS.MMC, meriksa sana meriksa sini.fiuhh.menegangkan (agak lebai sedikit ;p)yang agak bikin bete sih kemarin itu, jadi kemarin pagi nyari-nyari SD buat vibi, secara bakalan balik lagi ke jakarta, alias gak jadi orang depok lagi, so sekolah musti di hunting lagi. satu sekolah didatangi, belilah formulirnya, dengan sebelumnya ada pernyataan "Ini anaknya ya,bu? saya pikir ibu tantenya" (cegluk..mencoba tetep senyum)..keluar dari SD itu langsung mendatangi lagi sekolah target berikutnya (which itu almamaternya adek gw dari SD ampe SMP)..dannnnn tanggapan yang bikin kuping ma hari gw jadi bete "Ahh masa sih ini anaknya? belum pantes nih muka masih muda gini punya anak segede gini"... arrrgghhh....sopan bener yakk, secara gw calon orang tua yang bakal daftar ke SD itu..huh deh! masa sih kek gini musti gw pikir sebagai pujian?jadilah abis itu langsung aja males nyari SD lagi. langsung cabut ke MMC, disana Vibi diperiksa, pas lagi nunggu dokter yang akan meng-echo, susternya nanya "ini anaknya, bu?", gw menjawab santai "iya, kenapa? keliatan masih muda ya?", suster "iya,saya pikir adeknya dan mbak masih kuliah.aduh maaf ya", gw " Gpp sust, udah biasa" (sambil senyum)
akhirnya mencoba menceriakan diri lagi dengan mengingat kata-kata vibi yang pernah dia bilang ke salah satu Om yang dia bilang ganteng by phone "Mamaku cantik, mamaku sexy, mamaku baik, mamaku gaul"... yeahhh... I love you, Vibi...
Setiap kali ngeliat makanan banyak malah gak bisa makan, makanan Cuma bisa masuk sedikit, even itu makanan favorit sekalipun, dan pasti tidak lama setelah masuk makanan akan keluar lagi abis itu sibuk lagi dengan kegiatan, jadwal makan jadi gak karu-karuan. Alhasil, sudah bisa ditebak berat badan menyusut hingga 7kg lebih selama 2 bulan terakhir ini. Jadi sepertinya harus menyerah untuk check up lagi ke dokter, sigh, hal yang paling males buat dijalankan. Bukan karena benci profesi dokter, tapi udah hafal sama kata-kata yang akan sang dokter ucapkan, plus hafal juga isi resep yang akan diminta untuk ditebus, padahal kalau sudah ditebus gak akan diminum juga obatnya. Ya semoga lelahnya otak gak sampai membuat diri jadi depresi sendiri deh. Harus terus mendekatkan diri sama yang diAtas, supaya selalu memberikan kekuatan lahir bathin buatku.amin
Perjalanan panjang di hidup ini. sering kita tidak mengerti kemana pada akhirnya kita akan melangkah. walau sesuatu yang pasti itu adalah kematian. hanya saja jalan kita bisa berputar-putar. persis seperti roller coaster. Kita tidak bisa selalu mendapatkan perjalanan yang menyenangkan seperti harapan kita. Tidak jarang jalan yang kita tempuh salah jalur dan bahkan banyak jebakan. Sehingga kita terjebak ke dalam suasana yang tidak terduga. Kita terlalu yakin pada jalan yang kita tempuh. Seakan-akan kita sering melewatinya. Padahal sesungguhnya kita tidak pernah melewatinya. Aku memilih melewati jalan hidupku.berdasarkan keyakinan bahwa jalan ini tidak akan gelap, itu saja. Aku percaya di ujung jalan panjang yang sedang kutempuh ini ada cahaya terang yang menunggu, dan dibalik cahaya terang itu ada surga yang indah menurut gambaranku. Surga yang akan membayar semua kelelahanku di jalan panjang ini. Jalan yang entah kapan akan berujung, namun masih jalan yang menyenangkan untukku, dibalik semua kejutan-kejutan manis ataupun buruk. Aku masih ingin terus berjalan. Tidak ingin merubah jalur. Tidak berfikir untuk berbelok ketika ada perempatan. Aku tetap berjalan lurus mengikuti jalan hati kecilku. Semoga saja perjalanan panjangku kali ini benar-benar seperti perkiraanku. Walau banyak juga yang meleset jauh, tetapi setidaknya banyak tangan yang membantu memberitahuku dimana jalan yang benar, walau beberapa tangan itu ternyata hanya memberikan jalan yang salah, tetapi aku tetap berterima kasih. Jalan tol saja masih bisa padat merayap, apalagi perjalananku, pasti tidak pernah mulus lurus terus. We have had a long journey...
It feels so different being here, I was so next to being next to you, Life for me is not the same, There’s no one to turn to. I don’t know why I let it go too far, Starting over it’s so hard. Seems like everywhere I try to go, I keep thinking of you. I just had a week of calls, Wishing that I never let you fall, Baby you are not blame at all. Remember when I pushed you away? Baby if you knew I cared, You’d have never went nowhere, Girl I should’ve been right there. How do I breathe, Without you here by my side? How will I see, When your love brought me to the light? Where do I go, When your heart’s where I lay my head? When you’re not with me, How do I breathe? How do I breathe?
Girl I’m losin’ my mind. Yes I made a mistake. I thought that you would be mine. Guess the joke was on me. I miss you so bad I can’t sleep. I wish I knew where you could be. Another dude is replacing me, but this can’t be happening.
I just had a wake up call, Wishing that I never let you fall, Baby you are not blame at all. when I was the one that pushed you away Baby if you knew I cared, You’d have never went nowhere, Girl I should’ve been right there.
I can’t get over you no, Baby I don’t wanna let go. Girl you need to come home, Back to me, Cuz girl you made it hard to breathe, When you’re not with me.
Tell me how do I breathe, Without you here by my side? How will I see, When your love brought me to the light? Where do I go, When your heart’s where I lay my head? When you’re not with me, How do I breathe? How do I breathe?
HAPPY BIRTHDAY, DAD… We will always pray for you, never stop loving you, and thank you for being a BEST Dad for us. May Allah SWT will take care of you. God Loves you just like I do.
With Love, Us
Tuhan mulai menunjukkan kuasaNya, Ia mencoba membuatku mengerti bahwa Ia sangat mencintaiku, tak ingin aku menyimpan dendam, kebencian berkepanjangan pun Ia tidak menyukainya.Ia mencoba membuat aku sadar bahwa Ia benar-benar ada dengan segala sesuatu yang takkan pernah bisa dibayangkan sebelumnya. Maafkan aku Tuhan.bukan aku tidak percaya padaMU.aku bahkan selalu percaya diriMU mengetahui segalanya.dosaku.khilafku.inginku.harapku.sedihku.gembiraku.kesakitanku.kekecewaanku. semua permintaan dan syukurku hanya padaMU.aku hanya sedang tiba-tiba tidak kuat lagi menahannya.aku belum lulus dalam ujian kesabaran kali ini.tapi hari ini setelah Kau menunjukkan kuasaMu aku semakin sadar siapalah manusia-manusiaMu yang hanya kecil pada dasarnya. Mungkin sering aku dicintai untuk disakiti.didekati untuk dijauhi.dirayu untuk ditipu.disanjung untuk dijatuhkan.dijanjikan untuk ditinggalkan.lalu aku tak boleh bersedih dan sakit hati?perjalanan panjang ini masih akan terus berlanjut.jangan tinggalkan aku,Tuhan.aku mohon.aku mohon. Akhirnya aku akan melihat siapa yang paling merasa tersakiti dan menderita.
Hey…. I love your smile I love to see you smiling Your smiles just make the world more bright Maybe you’re not as beautiful as the woman was But with your smile, you have the lovely face That’s not other woman has Your smile says that you’re adorable Thank you for always making me smile
Aku masih selalu berlinangan airmata, ketika melihat sesuatu yang menyedihkan, lalu aku terus berlinangan airmata, ketika aku bercermin dan menghubungkan semua peristiwa di hidupku Ingin berteriak namun entah apa yang akan terjadi, mungkin saja aku disangka orang gila yang mengalami stess tingkat tinggi, lalu setelah itu semua bersiap menjauhi.lalu aku mulai membuka suara.mencoba bercerita tentang apa saja yang aku alami.lama dan semakin lama.ternyata semua ceritaku menjadi bahan cerita yang menyenangkan diluar sana.dan ya hatiku mulai terobek-robek.tapi siapa yang bisa kusalahkan.karena aku yang memutuskan bercerita. Aku masih menjadi manusia biasa.yang mudah sakit hati dan mudah menderita.tapi sayangnya aku pun bertanya pada diri sendiri, mengapa aku masih saja ada dalam lingkungan manusia-manusia yang menghancurkan hidupku. Sayangnya aku pun tidak bisa menjawabnya.aku ingin berubah.namun di lain sisi hati memintaku tetap sama.dan lagi-lagi aku diminta belajar.dan terus belajar. Aku pernah memutuskan untuk pergi menjauh dari siapapun yang ada di dekatku.namun entah siapa yang menarikku kembali.aku dipaksa untuk menikmati segalanya, segalanya yang tidak kusuka.bodohnya aku terus saja tetap tinggal.entahlah siapa aku ini.aku seperti tak boleh menolak, tak boleh mengeluh, tak boleh menangis, tak boleh pergi.tapi aku harus selalu siap dienyahkan. Akhirnya aku bermain dalam duniaku sendiri.menghibur diri sendiri.tetap tertawa-tawa seperti yang mereka suka.pintar memainkan lakon istimewa setidaknya di mata mereka.hatiku mulai mati rasa.otakku mulai keluar dari jalurnya.entah hendak pergi kemana.tapi setidaknya dia tetap pintar di tempatnya.ku tak bisa memungkiri,aku terjerat dalam permainan pemilik tak jelas wajahnya. Kadang aku menghipnotis diriku sendiri untuk segera sadar.lalu aku mengembalikan diriku seutuhnya hanya kepada sang Cinta.dan lalu aku menemukan diriku yang sendirian dalam basahnya airmata.hanya suara-suara yang tetap jelas terdengar di telinga dan hati kecilku.aku harus bersyukur atas segalanya yang masih terus ada di dunia ini.karena aku tidak sendiri, aku tidak akan pernah sendiri.
Ketika aku disakiti Aku belajar untuk menjadi kuat Ketika aku disepelekan Aku belajar untuk lebih membangun kepercayaan
diriku
Ketika aku dibohongi Aku belajar untuk memaafkan Ketika aku dikecewakan Aku belajar menguji ketulusan dan keikhlasanku Ketika aku ditinggalkan Aku belajar untuk mengerti bahwa tak ada yang
kekal di dunia ini
Ketika semuanya terasa buruk Aku belajar untuk selalu mempunyai harapan Ketika semuanya terasa salah Aku belajar mencari kebenaran yang sejati Ketika seolah-olah tak ada yang perduli Aku belajar lebih meyakini bahwa semua yang ada di dalam hidup ini pada
akhirnya hanyalah antara aku dan sang Cinta, bahwa Dia yang selalu ada untukku.
....Terima kasih No One, Thank u so much, ur my inspiration
 Here’s comes jadwal cuap-cuap: Selasa 17:00-19:00 with Ari Kamis 11:00-14:00 with Ari 16:00-17:00 Sendirian Jumat 11:00-14:00 with Ari Stay Tune on 103,4 DFM Click www.radiodfm.com for radio streaming sms boleh, telepon boleh monggo, ikutin quiz2nya... :D sms ke: 0815-8683-1034 atau telep: 7919-0413
Alhamdullilah ya Allah…
 Terima kasih untuk setahun lagi umur yang diberikan untukku.. Terima kasih untuk keluarga yang menyayangiku selalu..Papa, Mama, Bujes, Oma, Tante, Om, Ayu, Shilla Terima untuk sahabat-sahabatku yang memberikan aku surprise malem-malem (unforgettable moment): Ari (yang udah boongin gw dengan kesalahan teknisnya..dan buat gw menunggu ;p), Eriq, Ruru, Iman.. Terima kasih untuk yang bela-belain belum tidur tengah malem buat nelp. Dan jadi antrian telp.karena mau ngucapin selamat ulang tahun… Terima kasih untuk yang gak tidur-tidur karena nungguin, Vibi cintaku hidupku… Terima kasih untuk semua yang udah ngirim sms.. Terima kasih untuk yang ngirim PM… Terima kasih untuk yang ngucapin lewat chatbox dan email… Terima kasih untuk para ibu-ibu yang ngadain tausiyah dan makan-makan di situ gintung… Terima kasih untuk yang udah bikinin jurnal.. Prazz dan Eyiq lewat jurnalnya dan album fotonya… Aku hanya bisa mengucapkan terima kasih, terima kasih dan terima kasih untuk semua yang gak bisa aku sebutin satu-satu, tapi semuanya aku inget…terima kasih banyak… Untuk segala cinta, perhatian, waktu, materi dan pastinya doa… Semoga kita masih diberikan waktu-waktu bersama di setahun mendatang.amin.
Pritha, 3 April 2008
I Like Kids and I know they will like me too and just love me just like I love them
 
Main sama mereka membuat diriku jadi punya dunia sendiri, dunia yang jauh lebih menyenangkan daripada mikirin yang punya Negara padahal gak mikirin rakyatnya, dunia yang jauh lebih menyenangkan daripada nonton infotainment di televisi, dunia yang lebih menyenangkan daripada dugem yang gak jelas, dan pastinya dunia yang jauh lebih menyenangkan daripada mendengarkan penghakimin orang lain atas diri ini … Cuma anak-anak yang tahu seperti apa orang yang sedang bersamanya, mereka tidak bisa dipaksa untuk menyukai seseorang jika mereka tidak mau untuk menyukai, mereka punya insting yang kuat atas rasa, rasa nyaman terutama, rasa hangat dan rasa dicintai. Mereka terlalu suci untuk dibohongi, terlalu bersih untuk disogok, dan terlalu polos untuk berbohong. Bersama mereka aku selalu belajar ketulusan, belajar bahasa yang jujur, belajar tertawa, belajar mencinta, belajar bersabar dan belajar mengerti. Aku pernah seperti mereka, dan tak pernah malu bila dibilang masih kaya anak-anak. Anak-anak tidak pernah berpikir berat tentang hidupnya, mereka menikmati dirinya, mereka menangis ketika belum bisa bicara, mereka belajar berjalan saat tiba waktunya, mereka belajar berbicara, belajar segalanya, alangkah bahagianya kita apabila kita bisa mengajarkan yang membuatnya selalu bisa merasa bahagia. Tidak ada kata hukuman, tidak ada cacian, tidak ada perintah, tidak ada larangan, ajarkan saja dengan bahasa cinta kasih, bahasa pengertian dan toleransi, dan semua bahasa indah yang bernama positif, maka akan terbentuklah akhlak. Sayangnya, dunia ini terlalu kejam untuk mereka, padahal mereka seperti kamera yang merekam segalanya. Dulu ketika di dalam rahim ibunda mereka selalu merasa tenang, dan ketika di dunia mereka merasa terancam dan tidak tenang, pasti mereka akan menangis. Beri saja pelukan hangat dan senyuman, bicara saja dengan bahasa mereka, mereka pasti akan mengerti siapa kita, mereka akan tahu bahwa kita seseorang yang baik hatinya. Aku bersyukur selalu diberikan kesempatan bisa bersama mereka, anak-anak kecil yang lucu dan menggemaskan. Ya Tuhan jagalah anak-anak kami dari segala yang jahat, dari marabahaya di sekitarnya, berikanlah selalu malaikat pelindung pada mereka, dan semoga mereka menyayangi kami selalu.amin.
***Rafi = Si Ganteng Anaknya Ibu Ida yang punya kotakkue.com,
Kenisha= Si Kaka yang cantik Anaknya Ibu Tria***
Hasil dari jadi penggangguran sementara di rumah, akhirnya demi mengantarkan kado kepada sahabat tercinta dan pengen belajar bikin brownies, terbanglah diriku ke bekasi (hiperbola bener yakkk ;p)… Jam ½ 1 siang kemarin sampe di rumah sahabat di bekasi, setelah sebelumnya beli kado dulu buat dia. Sampe disana sempet kesasar-sasar sebentar, tapi akhirnya nyampe jugaaaa… di rumahnya lengkap ada suami dan anaknya plus pembantunya. Bahan-bahan yang dibutuhin buat bikin brownies masih ada yang kurang, jadilah dia pergi ke pasar, buat beli yang kurang…sementara nunggu dia, gw makan siang dulu dehhh…disuguhin nasi uduk..hmmm yummy…. Jam 2 lewat dikit mulai dehhh diajarin private bikin Brownies kukus…sebelumnya minjem kaos dia dulu biar baju gw kagak kena adonan… udah lama gak bikin kue, kalo dulu sih sering bantuin mama…huhuhuhu, mommy I miss you so much…hiks… Mentega dicairin, terigu ditimbang, telor dipecahin, gula disiapin dan bla bla bla yang lainnya…semua dimulai !! seruuuuuuu…. Dengan niat sepenuh hati dan cinta ikutan masuk adonan, belum lagi ternyata tempat buat naro browniesnya lupa dibeli ma dia, jadilah kita berduaan para wanita naik motor ke pasar, dengan situasi lagi gerimis berlanjut dengan hujan, becek-becekan dan nyaris kepleset gubrak ..alhamdullilah gak.. jadi juga brownies pertamaku..yipeeeeeeee….. Jam 5 sore lewat dikit, pamit buat pulang, karena pengen cepet-cepet minta dirasain sama yang suka makan brownies dan ngemil sore-sore, namun karena cuaca dan jalanan yang macet sampe sana udah maghrib, tapi tetep dirasain dong, dan dia bilang enakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk…even katanya sedikit kemanisan (mungkin itu faktor ngeliatin gw tuhhh ..xixixixixi) Keknya gw jadi ketagihan bikin brownies nihhh, even sebenernya gw gak suka-suka banget ma brownies…tapiiiii kannn katanya Tunjukkan rasamu…hasyaaa… Anyone, ada yang mauuuu??? 
Pengalaman tak terlupakan seumur hidup….
 
First Launching at Kafe Buku, Margonda Depok, 9 Februari 2008
Bagaimana lika-liku sebuah buku yang lahir dari cinta dan berakhir karena cinta, walau dengan suka dan duka..perjalanan panjang sejak 2 tahun lalu akhirnya tak sia-sia, di bulan yang penuh cinta akhirnya keluar juga, tentu saja dalam wujud buku berwarna ungu dan berjudul “ONE GIGABYTE OF LOVE” 
Bahwa sesungguhnya cinta itu terlalu universal untuk bisa diceritakan secara nyata lewat kata-kata yang akan berdampak luar biasa tak terduga. jangan pernah takut untuk mengungkapkan rasa lewat kata-kata dalam tulisan, karena dengan berbagi kisah kehidupan kita, mungkin saja akan memberikan dampak positif untuk orang lain.
At Gramedia Matraman, 17 Februari 2008


At Depdiknas, 23 Maret 2008
Sebuah buku yang luar biasa berharga, menginsipirasi, dan tentu saja dipersembahkan hanya untuk cinta, yaitu kepedulian terhadap sesama. Dimana tidak ada sepersen pun dari royalty penulis diterima oleh sang penulis, karena seluruh hasil penjualan buku akan disumbangkan untuk kegiatan baksos multiply Indonesia. Perjuangan belum berakhir, dan semoga tidak akan pernah berakhir, demi merangkul sesama dan terus menjalin tali cinta di dunia maya maupun nyata. 
At Radio Pesona FM 103,8 , Monday 3 Maret 2008
Semoga semua niat baik menghasilkan yang benar-benar berguna, dan semoga tidak ada yang merasa paling berjasa dalam yang sudah tercipta, karena semua ini karena cinta dari semua.. ONE GIGABYTE OF LOVE, MULTIPLY YOUR LOVE…
Terima kasih untuk semua doa dan dukungan, partisipasi dan cinta semua rekan MP-ers, teruslah menulis dan berbagi cinta. semoga kita masih diberikan umur untuk terus bersama melangkah. Mohon maaf bila diantara kita mungkin ada kesalah pahaman, pasti lebih damai bila membuka hati untuk memaafkan.amin

 At 103,4 D FM Radio, Jakarta
Terima kasih untuk Lingkar Pena Publishing House dan Mizan, Mbak Helvy Tiana Rosa, Mas Tomi, Mbak Asma Nadia.
Link tentang Buku bisa dilihat di tempat PRESIDEN MP, Srisariningdiyah 
Foto Diunduh dari tempat:1. Mas Tomi2. Mas Abusyamil3. Mbot 4. Eriq
Kemarin sore, setelah sekian lama tidak berkelana sendirian, akhirnya kejadian lagi..Jalan sendiri naik angkot, dan akhirnya berlanjut naik Patas AC, Tujuan dari lenteng arah Gatot Subroto. Tepat di pintu TOL MBAU aku turun dari Patas, lalu menyebrang di jalanan yang ramai itu, abis itu langsung dapet taksi buat meneruskan ke tempat tujuan, yaitu RS.Medistra. Duduk manis dekat kaca, lalu tiba-tiba karena macet jadi bisa lihat-lihat pemandangan sekitar, mata ini tertuju pada papan Bilboard buesarrrrrr di dekat lampu merah kuningan (yang dari arah Gatsu).. dari mulut langsung spontan keluar “Looohhh…itu kan foto Papa!”…. dan yak! Benar…itu foto yang Papaku ambil, ternyata dipakai di papan billboard sebuesaaaarrr itu dan itu tentang Kampanye untuk Keluarga dengan 2 Anak cukup.. Huhuhuhu, aku jadi Bangga. Sesampai di rumah sakit, sudah ada papa disana yang menungguku, jadi langsung saja kutanyakan apakah benar foto yang terpampang besar itu adalah milik papa? Dan papa bilang benar…ditambahkannya lagi katanya ada 6 titik yang memasang billboard seperti itu. Selamat ya, Pa J Walau papa beberapa bulan lagi akan pension, tapi semangat papa gak luntur. Aku bangga jadi anak papa, yang menurunkan banyak bakat untukku. Semoga Allah selalu menyayangimu papaku. http://www.bkkbn.go.id
…Tadinya sepulang dari nonton film ini mau cepet-cepet bikin reviewnya, karena selama nonton gak bisa diem sendiri, detil demi detil sinematografi aku perhatikan, begitu juga mencoba menghubung-hubungkan dengan bukunya yang sejak pertama kali keluar sudah aku baca. Banyak kekecewaan yang hadir, sampai-sampai keluar dari bioskop berucap “Kembalikan uangku ! Kembalikan uangku!!”..padahal sebelum masuk ke Bioskop di hari sabtu lalu sempat bertemu dengan line producer film ini, yang tak lain dan tak bukan adalah temanku, dan juga seseorang yang dekat dan specail untuk sang sutradara. Karena kelelahan akhirnya aku tertidur dan tidak sempat lagi untuk melepaskan uneg-uneg lewat tulisan, keesokan harinya mencoba browsing melihat review-review yang sudah ada di message board, banyak cerita pro dan kontra…akhirnya mencoba melihat dari sisi yang lain, sampailah ke halaman mas hanung yang sudah kubaca sejak awal pembuatan film ini dan sebelum banyaknya contact… Mencoba masuk ke dalam pemikiran sang sutradara yang bisa terbaca sangat jelas dari balik ceritanya, akhirnya pikiranku berubah. Aku hanya bisa berdoa semoga semua ada hikmahnya.. kembali kepada ketidaksempurnaan, kembali kepada tulus dan ikhlas, dan kembali kepada menghargai hasil orang lain, karena semua pasti akan kembali kepada diri sendiri.
MAJU TERUS FILM INDONESIA, ISLAM ITU INDAH….. Pritha, 28 Februari 2008
CERITA DI BALIK LAYAR – AAC (isi dikutip dari Ayat-Ayat Cinta - The Official Thread Kaskus, http://hanungbramantyo.multiply.com) Aku mulai sadar bahwa tidak mudah membuat film agama. Itulah kenapa ibuku dulu berpesan kalau kamu sudah bisa membuat film, buatlah film tentang agamamu: Islam. Awalnya aku cuma tersenyum mendengar kata-kata ibuku. Senyum yang menyangsikan. Sebab pada waktu itu buatku film agama tidak lebih dari sekedar petuah-petuah yang membosankan. Lelaki berpeci dengan baju koko, bertasbih, kadang berewokan, mulutnya nerocos soal ayat dengan cara menghadap kamera. Membuat dirinya tampak suci dengan mengumbar ayat-ayat Quran. Ah, tidak terbayang olehku sebuah film agama. Tapi aku tidak begitu saja lantas menyerah. Aku coba berangkat dari apa yang aku kenal: Muhammadiyah. Lalu merentet ke sebuah nama: Ahmad Dahlan. Hmm, aku memang menyukai film yang mengangkat satu tokoh: Gandhi, Erin Brokovich, Henry V, Shakespeare, Baghad Sigh, Malcom X, dan mungkin juga nanti Sukarno (kalau memang jadi difilmkan oleh Hollywood). Film yang mengangkat tokoh bisa membuat penonton bercermin. Dan Agama adalah cermin bagi manusia untuk senantiasa melihat kembali dirinya: Kotor atau bersih? Lalu aku membuat proposal Ahmad Dahlan untuk aku tawarkan ke PP Muhammadiyah. Ditolak! Muhammadiyah tidak ada uang, katanya . Aku cuma bengong saja. Tidak ada uang? Kataku dalam hati. Ah, sudahlah. Mungkin waktu itu aku belom dipercaya. maklum masih kuliah di IKJ semester Akhir. Lalu kutinggalkan itikadku membuat film Agama. Aku terjun membuat film Cinta: Brownies, Catatan Akhir Sekolah, Jomblo, dsb ... dsb ... Tapi aku tetap yakin bahwa suatu saat akan datang masa aku membuat film tentang agama. Alhamdulillah, benar. MD Entertainment menawari membuat Film Ayat-Ayat Cinta (AAC). 'Kenapa anda membuat film ini?' Tanyaku 'Sederhana. Pertama, Ini film dari Novel best seller. Kedua, penduduk indonesia 80 persen muslim. Kenapa saya tidak membuat film tentang mereka? Kalau saya minta 1 persen dari 80 persen masak tidak bisa.' 1% dari 80% penduduk muslim Indonesia berarti sekitar 2 juta penonton. dikalikan 10 ribu per tiket. Berarti pendapatan kotor 20 milyar. Kalau bujet produksinya 10 milyar, keuntungan yang didapat 10 milyar. Aku jadi berfikir, kenapa Muhammadiyah tidak berfikiran begitu ya? Kalau cuma mengumpulkan 2 juta penonton, masa Muhammadiyah tidak sanggup? Bukankah dari 80% tersebut 40% adalah warga Muhammadiyah? Ah, dasar stupid pikirku. Banyak orang Islam tidfak berfikir luas seperti orang-orang Yahudi. Oleh sebab itu Islam selalu dimarjinalkan, mudah diadu domba, dibohongi ... diakali. Lalu aku mulai memasuki tahap persiapan dan riset. Wallohu ... Aku melihat islam dari dekat sekali. Sangat dekat. Di Kairo, aku menatap Menara Azhar, aku menyentuh dinding dan lantai Azhar university, aku mencium bau apek baju-baju dan karpet mahasiswa Alzhar tetapi memiliki roman muka bersih dan santun. Aku melihat keikhlasan mereka saat bersujud diatas sajadah buluk. Bibir mereka pecah-pecah oleh panas sekaligus dingin hawa Kairo, tetapi dibalik bibir pecah itu terlantun dzikir panjang menyebut: Alloh ... Alloh ... Lalu aku melihat seorang syaih duduk bersila dihadapan murid-muridnya. 'Tallaqi' mereka menyebutnya. Aku mendengar seorang melantunkan ayat-ayat Al quran di sudut masjid. Dan juga di pinggiran jalan. Seolah quran bagaikan bacaan novel. Allohu Akbar ... Allohu Akbar. Inikah caramu membuatku dekat dengan agamaku, Ibu? Darahku menggelora membuat mataku terbelalak. Islam sangat indah. Islam sangat eksotis. Tapi orang-orang islam seperti tidak mengerti semua itu. Orang-orang Islam di Jakarta lebih memilih jalan-jalan ke eropa daripada ke Kairo. 'Saya akan membuat film ini eksotis, pak' begitu kata saya ke producer. Dan mulailah persiapan dimulai. Semangatku menggelora. Aku baca buku-buku tentang Fiqih dan sunnah. Aku libatkan mahasiswa Al Azhar untuk mendampingiku. Aku sangat hati-hati sekali melakukan ini agar apa yang tertulis dalam novel dengan indah pula tersampaikan lewat gambar. Sebuah film yang lembut, yang indah, yang suci tergambar di depan mataku dan aku yakin sekali bisa mewujudkannya. Namun semua impianku itu tidak begitu saja mudah diwujudkan. Pertama kali berita tentang pembuatan film AAC tersebar, halangan pertama datang justru dari pembaca. Diantara banyak yang berharap, mereka juga menyangsikan, sinis, dan mencemooh. Bahkan ada yang bilang : 'Wah, sayang sekali novel sebagus ini akan difilmkan. Jadi ill Feel, deh'. ada juga yang bilang 'Tidak pernah aku lihat Novel yang di filmkan hasilnya bagus, sekalipun Harry Potter. Apalagi ini.' Pada suatu hari ada sekelompok orang datang ke kantor MD, mereka bilang dari organisasi Islam. Mereka datang dengan membawa seorang lelaki berwajah putih dan seorang gadis berjilbab. Mereka bilang ...'Ini calon pemain Fahri dan ini calon pemain Aisha' sambil menunjuk ke lelaki berwajah putih dan gadis berjilbab itu. 'Kami dari organisasi Islam' lanjutnya 'Kami sangat concern terhadap dakwah islamiah. Kami tidak ingin film Ayat-Ayat Cinta melenceng dari novel dan ajaran Islam. Kang Abik (Nama panggilan Habiburrahman El Shirasy) sudah tahu tentang ini.' Kami hanya saling pandang dan tersenyum. Aku ... malu sekali. Tentu saja kami menolaknya. Kami tahu bahwa film ini harus dibuat dengan hati-hati sekali. Kami juga tidak begitu saja memilih pemain hanya semata-mata ganteng dan 'menjual'. Karena itu kami menggandeng ketua PP Muhammadiyah Din Syamsudin sebagai penasehat kami. Sebelum aku melakukan casting, aku berdiskusi dulu dengan kang Abik. Kang Abik sangat concern dengan sosok Fahri. Dia harus turut serta memilih tokoh Fahri. Semula kami membuka casting di pesantren-pesantren. Tetapi hasilnya Nol. Bukan berarti para santri tidak ada yang ganteng dan pintar seperti Fahri. Tetapi banyak diantara mereka sudah menganggap 'Film' adalah produk sekuler. Oleh sebab itu banyak diantara mereka tidak mau ikut casting. Saya pernah membaca satu hadist, jangankan membuat film, menggambar manusia saja hukumnya Haram. Nanti di Neraka hasil gambar yang kita buat harus kita hidupkan. Kalau tidak bisa, Malaikat Jibril akan mencambuk kita dengan cambuk api. Kami melakukan casting lebih dari 5 bulan. Semua yang ikut casting adalah pemain-pemain terkenal. Tapi diantara mereka banyak terjebak pada tuntutan atas 'Kesucian Fahri'. Banyak diantara mereka beracting 'sok suci' dengan melantunkan ayat-ayat dan menyebut asma Alloh dengan berlebihan, mirip seperti ustadz-ustadz di TV-TV. Pernah aku menemukan seorang yang menurutku pas bermain sebagai Fahri. Tetapi lelaki itu tidak beragama Islam. Kang Abik tidak setuju. Lalu ditengah keputusasaan kami datang seorang lelaki. Ganteng, tetapi tidak sombong (tidak merasa dirinya ganteng). Sering kita lihat di Mal-Mal, banyak lelaki pesolek, sadar sekali bahwa dirinya ganteng. Tetapi lelaki ini tidak . Dia sangat santun. Bahasanya pun santun. Ketika berucap Alloh, dia agak-agak canggung. Bahkan tidak fasih seperti ustadz. Pada saat dia sholat aku melihat gerakannya jauh dari sempurna. Tetapi lelaki itu punya mata yang didalamnya mengandung semangat belajar. Dia adalah Fedi Nuril. Aku berdiskusi dengan kang Abik. Terjadi tarik ulur dan perdebatan panjang. Akhirnya kita sepakat memutuskan dia yang main sebagai Fahri. Alasanku adalah, Fahri bukan lelaki sempurna. Tapi yang membuat Fahri tampak sempurna karena dia sadar bahwa dirinya tidak sempurna. Keputusan Fedi Nuril sebagai Fahripun mengundang banyak kesangsian di kalangan pembaca fanatik AAC, terutama di Malaysia. Karena film Fedi Nuril sebelumnya menampilkan Fedi ciuman dengan perempuan bukan muhrim. Fedi pun mengakui itu. Yang membuat aku terharu, Fedi menganggap film AAC sebagai media dia buat dekat dengan Islam. Belajar kembali tentang Islam. Karena film ini, Fedi jadi rajin membuka-buka lagi buku tentang Islam. Bahkan Fedi menyadari segala tingkah lakunya yang tidak Islami selama ini setelah memerankan Fahri. Sungguh, baru kali ini aku rasakan dampak film yang begitu besar mempengaruhi keimanan seseorang. Terima kasih kang abik. terima kasih Ibu. Pada saat kami mencari sosok Aisha dan Maria, semula kami bersepakat untuk mencari pemain Mesir. Tetapi setelah kami melakukan riset disana, sangat mengagetkan. Perempuan-perempuan Mesir lebih tua dari umurnya. Aku mengcasting seorang perempuan mesir bernama Roughda untuk berperan sebagai Aisha. Tidak hanya cantik, tetapi mainnya luar biasa. Tetapi setelah di sejajarkan dengan Fahri, terlihat Roughda lebih pas sebagai kakaknya daripada isteri Fahri. Padahal umurnya lebih muda 3 tahun dari Fedi Nuril. Lalu kami mencari pemain dengan umur 8 tahun lebih muda dari Fedi. Pada saat kami sejajarkan, sangat pas. Tetapi disaat dia berdialog tentang perkimpoian, tidak bisa dipungkiri 'kedewasaannya' tidak tampak. Alias belum matang. Kami bingung dan akhirnya kami sepakat untuk mencari pemain indonesia saja. Tidak gampang mencari pemain indonesia yang cantik sekaligus solihah. Pak Din Syamsudin berpesan kalau bisa pemain Aisha kesehariannya ber jilbab. Lihatlah siapa artis kita yang bertampang Bule yang seperti itu. Hanya Zaskia Meca saja yang berjilbab dan cantik. Selebihnya tidak ada. Sementara itu Zascia tidak bertampang bule. Dia sangat sunda. Pernah kita meng casting Nadine Candrawinata. Dia sangat cantik dan bermain bagus. Dangat cocok pula berdampingan dengan Fedi Nuril. Tapi Nadine bukan Muslim. Padahal Nadine sudah mau bermain sebagai perempuan Muslim. Aku pernah berdiskusi panjang dengan kang abik soal itu. Aku bilang padanya ... 'Suatu hal yang unik, ketika tokoh Maria yang kristen dimainkan oleh seorang muslim, sementara tokoh Aisha yang Islam dimainkan seorang kristen. Ini akan memperlihatkan sikap toleransi dan demokratisasi dalam Islam seperti di India.' Tetapi kang abik dan pak Din Syamsudin menyarankan untuk jangan bertaruh terlalu besar di film ini. Masyarakat Islam di Indonesia berbeda dengan India. Di India, masyarakat moslem dan Non Moslem sudah terdidik tingkat kedewasaan dalam toleransi, sementara di Indonesia belum. Akhirnya dipilihlah Ryanti sebagai Aisha dan Carrisa Putri sebagai Maria. Ketiga pemain itu dikursuskan bahasa arab secara privat untuk mendalami kehidupan Muslim di kairo. Mereka sangat antusias. Namun antusiasme itu harus berhadapan dengan kenyataan bahwa mereka juga punya kesibukan lainnya. Ryanti sebagai VJ di MTV dan Carrisa bermain sinetron. Ryanti yang bagiku sangat keteter ketika berperan sebagai Aisha. Asiha adalah sosok yang memiliki beban berat. Sementara Ryanti sebagai VJ MTV harus selalu tampak riang dan ringan. Sering sekali benturan itu membuat proses pendalaman karakter tidak sempurna. Aku frustasi sendiri. Tetapi aku ingat, bahwa di Film ini kesabaranku benar-benar di uji. Impianku mewujudkan keindahan dan kedalaman Islam terbentur oleh kenyataan sebaliknya: Ringan, Riang, Hedonistik dan Pop. Apalagi ketika producer tiba-tiba berubah pikiran melihat kenyataan penonton Film Indonesia banyak di dominasi anak-anak muda yang pop, ringan dan tidak menyukai hal-hal bersifat perenungan. Dia lantas ingin mengubah karakterr film AAC menjadi sangat pop seperti Kuch Kuch Hotahai ... Tuhanku! Tuhanku! selamatkan film ini ... Tidak jarang aku berperang mulut dengan producerku ketika meminta adegan Talaqi dibuang. Karena boring dan membuat penonton mengantuk. Lalu beberapa adegan yang bersifat perenungan, seperti pada saat Fahri dipenjara dan menemukan hakikat kesabaran dan keikhlasan dari seorang penghuni penjara yang absurd (dalam novel digambarkan sebagai seorang professor agama bernama Abdul Rauf), Tetapi di Film saya adaptasi sebagai sosok imajinatif, bergaya liar, bermuka buruk tetapi memiliki hati bersih dan suara yang sangat tajam melafatskan kebenaran. Semua adegan itu diminta untuk dibuang atau dikurangi dan lebih mementingkan adegan romans seperti AADC ataupun Kuch Kuch Hotahai ... Sabar ... Sabar ... Ikhlas ... ikhlas!!! begitulah yang aku dapatkan di film ini. Film ini tidak hanya mampu merobah pandanganku tentang Film. Film ini mampu dan sudah merobah pandangan hidupku: tentang agama, kesetiaan, kerjakeras, komitmen, dan ... cinta. Berkali-kali aku berucap syukur yang besar kepada Tuhanku yang sudah memberikan aku jalan menuju kedewasaan. Berkali-kali aku berucap terima kasih kepada Kang Abik yang sudah secara tak langsung mempercayaiku menyutradarai film ini, dimana telah membuatku kembali merasa dekat dengan Islam yang indah, bersahaja dan penuh dengan toleransi. Dan terakhir, berkali-kali aku berucap syukur kepada Ibuku yang telah berpesan untuk membuat film tentang agama. Sekarang aku mengerti, kenapa Kau berpesan begitu Ibu. Tidak lain hanyalah untuk membuatku selalu dekat dengan Islam ... La haula wa kuwwata illa billahi ... Kairo adalah kota dimana manusia-manusia Fahri, Aisha, Maria, Noura, Nurul, dan segudang manusia-manusia ciptaan Kang Abik bertebaran, hidup, saling bicara dan saling mencinta. Kairo sangat indah kata kang Abik. Sudut-sudut pasar El Khalili, jalanan di Down Town, Menara-menara masjid termasuk didalamnya Masjid Al Azhar dan University of Azhar Cairo. Sangat detil kang Abik menggambarkan itu dalam novelnya, yang membuat aku tertantang untuk mewujudkan dalam gambar: Bangunan-bangunan tua peninggalan 3 Dinasti (Firaun, kesultanan dan Penjajah Perancis), Kios-kios berdempetan berhadapan dengan trotoar-trotoar sempit yang penuh dengan pejalan kaki, terkadang diisi kursi-kursi rotan café pinggir jalan yang meletakkan seorang tua sedang menyedot shisa. Lalu 5 jam dari tempat itu, menuju matahari terbit, kita melihat kampung tua El Giza dengan aroma kotoran unta yang … hmmm, sekilas menjijikkan, tetapi … tertutup oleh eksotisnya lingkungan khas kairo. Bangunan itu berdiri dari tumpukan bata-bata merah yang dipoles campuran semen dan pasir. Menjadikan warna coklat muda dominan, berpadu selaras dengan warna tanah, warna kain-kain yang dipakai membalut tubuh gadis-gadis kairo, dan warna kulit unta. Bangunan itu ada banyak. Bertebaran. Saling berdiri begitu saja. Tidak begitu rapi seperti bangunan-bangunan kuno di Itali atau paris, tapi sangat menarik bagiku. Apalagi dengan latar belakang sepasang pyramid yang gagah menjulang menyentuh langit. Kairo … ah, Kairo. Di kota ini aku akan meletakkan kamera, melukis dengan cahaya, membangun set dan meletakkan pemain-pemain didalamnya. Pemain Indonesia yang bergaya selayaknya orang kairo asli. Aku datang bersama tim kecil, menjalin kerjasama dengan local production house, Egypt Production. Mereka sangat senang menyambut kedatangan kami. Kata mereka, tidak mudah membuat film di kairo. Skenario film harus dapat ijin dari sensor film. Tidak seperti di Indonesia. Bisa dengan gampang membuat film apa aja. Karena waktu yang kita punya sangat sempit, ijin yang seharusnya 3 bulan, bisa diurus dalam 2 minggu oleh seorang local producer bernama Tammer Abbas; seorang muslim kairo, cerdas, berpengalaman di bidang film dan kharismatis. Tammer mem-provide apa yang kita butuhkan: Hunting Lokasi, akomodasi dan transportasi hingga penyewaan alat. Di benankku, sedemikian jelas tergambar film ini akan sedetil seperti yang kang abik tuliskan di novel. Setelah riset selesai dan scenario jadi, 20 tim dari Jakarta datang untuk melakukan hunting lokasi sekaligus test kamera. Kami melakukan shooting di sebuah tempat di El Giza. Alat-alat yang di sediakan buat kami jauh lebih bagus dari yang sering kita pakai di Indonesia. Kami sangat di support disana. Kami melakukan persiapan di kairo selama 2 minggu. Tammer akan mensupport semua shooting di Kairo berikut kostum, lokasi, crew dan pemain pendukung. Film ini benar-benar akan menjadi film Indonesia yang shooting total di Luar Negeri. Baru pertama kali terjadi dalam sejarah perkembangan film nasional. Bisa dibayangkan, bagaimana perasaanku waktu itu. Ibu, aku akan persembahkan yang terbaik buatmu … sebuah film agama yang indah dan bersahaja. Yang akan kau kenang … dan semua umat muslim Indonesia dan dunia tentunya … `Mendadak semua berhenti begitu saja. Impian itu kandas. Producer membatalkan shooting di Kairo dengan alasan bujet produksi yang ditawarkan Egypt Production tidak masuk akal. Tammer Abbas menawarkan angka 3 kali lipat produksi standart Film Indonesia. 1 Film AAC di produksi sama saja memproduksi 3 film layar lebar di Jakarta. Siapapun producer di negeri ini akan berfikiran sama: Membatalkan produksi Film. Seakan runtuh bangunan mimpi yang sudah aku bangun. Satu persatu menimpaku. Tapi producerku tidak begitu saja berniat membatalkan produksi film ini. 'Kita sudah terlanjur berjanji dengan banyak orang.' Katanya … Bersama-sama kita mulai memikirkan bagaimana AAC bisa diproduksi sesuai dengan apa yang kita inginkan. Kemudian kita mencari sponsor untuk bisa tetap shooting di Kairo. Kita menjalin kerjasama dengan The Embassy of Egypt di Jakarta. Lewat hubungan baik dengan ketua PP Muhammadiyah Din Syamsudin, mereka setuju dengan tawaran ini. Kata Dubesnya, Film ini akan dikelola oleh dua Negara: Indonesia dan mesir. Sebelum di putar di bioskop, film ini harus diputar dihadapan presiden Negara-Negara Islam di Asia dan Timur Tengah, begitu kata Dubes. Betapa senangnya aku mendengar kabar ini. Impianku bangkit. Ku kabarkan berita ini ke teman-teman crew dan pemain. Mereka kembali semangat. Akhirnya dibuatkan kesepakatan antara dua Negara melalui Dubes Mesir-DepBudPar-PP Muhammadiyah. Bersama-sama kita melakukan pers conference, mengabarkan berita gembira ini ke masyarakat.
|
|